Feeds:
Pos
Komentar

Romantis itu…


Romantis itu…
Ketika malam tinggal sepertiga, seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.

Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.

Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”

Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”

Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di kantin kantorku, tak pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya, “Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”

Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri merindukan belahan jiwanya tiba.

Romantis itu…
Ketika suami mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai senyuman. Bertemu saling mendoakan. Tangan dicium, pipi dikecup bergantian.

Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di pundak mendadak menghilang, terbang.

Romantis itu…
Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menu sederhana, nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.

Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ, sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggungjawab mencetak generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat perpisahan selamanya telah tiba masanya.

Romantis itu…
Ketika sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah di malam hari. Untuk mengaji, atau aktifitas dakwah dan tarbiyah. Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya, juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya

Romantis itu…
Saat malam kian gulita, dan anak-anak mulai lelap dalam tidurnya. Bisik-bisik mesra itu datang. Saat sang suami menyentuh istrinya, membisikkan kata-kata cinta. Mengawalinya dengan doa, mendaki puncak bersama…


Kasih sayang adalah salah satu nafas Islam. Ia merupakan ajaran yang amat mulia sehingga harus dijunjung tinggi. Rasulullah Saw adalah orang yang paling besar rasa kasih dan sayangnya kepada sahabat, keluarga dan seluruh umatnya. Di sepanjang kehidupan, beliau juga banyak menasehatkan anjuran berkasih sayang sebagaimana diriwayatkan dalam banyak sabdanya.

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash. Rasulullah Saw bersabda, “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Dzat Yang Maha Penyayang,” lanjut sabda beliau sebagaimana diriwayatkan pula oleh Imam al-Hakim, “sayangilah penduduk bumi, niscaya kau akan disayangi oleh penduduk langit.”

Masih dari sahabat yang kelak menaklukan Mesir itu, Rasulullah Saw dalam kesempatan lain berpesan, “Kasihanilah, niscaya kalian akan dikasihi,” lanjut beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam riwayat ini, “dan maafkanlah, niscaya Allah Swt akan mengampuni kalian.”

Kasih sayang hanya diberikan kepada mereka yang beruntung. Maka siapa saja yang darinya dicabut rasa kasih sayang itu, ia tergolong ke dalam kelompok orang yang celaka.

Sahabat Abu Hurairah Ra mendengar Abu al-Qasim (julukan untuk Rasulullah Saw) bersabda, “Tidaklah kasih sayang dicabut, kecuali dari orang-orang yang celaka.” Demikianlah diantara sebaik-baik perkataan Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam at-Tirmidzi, dan Imam Ibnu Hibban.

Kasih sayang Allah Swt dibagi menjadi seratus bagian. Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, “Allah Swt membagi kasih sayang menjadi seratus bagian.” Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Dia menyimpang sembilan puluh sembilan bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi.”

Dari satu bagian yang Allah Swt turunkan di bumi itu, lanjut sabda yang juga dirawikan oleh Imam Muslim itu, “Para makhluk saling mengasihi, hingga seekor binatang akan mengangkat kakinya dari anaknya karena khawatir akan menginjaknya.”

Sahabat Umar bin Khaththab suatu kali menceritakan. Seusai perang, ada salah satu tawanan perang wanita yang mencari anaknya. Setelah berupaya sekuat tenaga, ditemukanlah sang anak. Alangkah bahagianya sang ibu itu. Kemudian, anak yang telah ditemukan itu digendong, ditempelkan ke perutnya, kemudian ia susui sepenuh cinta.

Melihat kejadian itu, Nabi Saw bertanya, “Apakah wanita itu tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”
Sahabat yang tengah berkumpul, serentak menjawab, “Tidak, demi Allah.”

Sumber : kisah hikmah.com

Nabi yang mulia kemudian memberikan sebuah pengajaran amat singkat, namun sarat maknanya, “Sungguh, “ kata beliau melanjutkan, “Allah Swt lebih mengasihi hamba-hamba-Nya melebihi kasih sayang wanita itu kepada anaknya.”

Demikian hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim ini mengajarkan kepada kita.

Ya Allah, ampuni kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyayang.

Lelaki Impian


Pendiam. Murah senyum. Lebih sering mendengar ketimbang berbicara. Tapi, sekali berkata, banyak orang terpengaruh. Juga terperangah. Pertama kali saya berkenalan, ia nampak biasa-biasa saja. Saya mengoceh, bahkan sok menggurui. Ia hanya diam dan menyimak.

Dalam banyak pertemuan, ternyata ia menjadi nara sumber. Jika tidak, selalu ada waktu yang disediakan untuknya. Untuk memberikan kata-katanya. Artinya, ia tergolong orang yang diminta bicara. Sambutan dan tanggapan darinya selalu dinanti. Kata-katanya menyentuh. Sarat hikmah. Penuh perhitungan. Di sela-sela kalimatnya, senantiasa mengalir satu dua ayat al Qur’an. Karena itu, teman-teman tiada pernah bosan mendengarkannya berbicara. Sekarang barulah saya sadar, ternyata dia orang hebat. lelaki impian.

Mendengar adzan, tubuhnya langsung melesat menuju sumber bunyi. Apapun kondisinya. Dengan gagah ia duduk bersimpuh di shaf terdepan. Tangannya memegang mushaf. Matanya menatap tajam ke setiap ruas-ruas ayat. Khusyu’.

Di sisi lain, berkumpul padanya sumber-sumber ancaman. Fitnah. Ia memiliki kesenangan dunia yang menggiurkan. Dan, menggoda. Betapa tidak, wajahnya tampan. Ditambah otaknya yang cerdas. Bicaranya memukau dan menyentuh. Dengan semua itu, surga dunia menghampar di hadapannya. Pintu popularitas terbuka lebar. Dalam kamus kehidupan, betapa semua nikmat ini sangat potensial menutup akselerasi hidayah. Segala kemungkinan-kemungkinan untuk terhalang dari hidayah ada pada dirinya.Tapi, ia tetap ia.

Semua gelombang fitnah itu dialihkannya ke dalam pintu-pintu hidayah. Seringkali rekan dan adik-adiknya tersadar dengan sikap dan kepribadiannya. Walau ada kekurangan, kita perlu melihat sisi positif padanya. Pada siapa saja. Agar muhasabah lebih dominan dari hujatan dan kritik.

Dalam sejarah, Mush’ab bin Umair ra. terpilih menjadi delegasi pertama Rasulullah Saw. Ia mendapat kehormatan menghandle tugas Nabi di Madinah, menjadi duta luarbiasa dan berkuasa penuh. Ternyata ia diutus bukan karena retorika ansich. Ada yang menarik dari perjalanan hidupnya. Yakni, proses berislamnya yang mengagumkan. Sahabat ini termasuk orang-orang yang berani mengambil keputusan hijrah. Berani berubah. Dan, siap sabar menjalani masa peralihan. Lalu, dengan tegap merubah haluan kehidupannya. Padahal, sebelum hijrah, segala fasilitas duniawi terbentang untuknya. KARENA HIJRAH, IA PUN TERHORMAT.

Lalu, kita mengenal sosok Uwais al-Qorniy. Lelaki yang takut terkenal. KITA DAPATI KETERBATASAN YANG DIMILIKINYA TIDAK MAMPU MEREDAM ANTUSIAS UMAR AL-FARUK YANG SELALU MENCARI-CARI KEBERADAANNYA. Umar merindukannya. Walau ia sangat sederhana dan terbatas. Sayangnya, orang seperti Uwais sulit terdeteksi. Bisa jadi hanya orang seperti Umar saja yang mampu melihat dan menghormati sosok seperti Uwais.

Semoga kita dapat mencontohnya.. aamiin ya mujib..

Cerita Tentangnya


Diketik dikala jam pulang kantor hari ini..

Aku ingin bercerita.. ketika kita melihat senyum yang indah dihadapan kita, betapa senangnya hati kita.

itu yang aku rasakan kemarin, disaat hari miladnya dia, senangnya dia mau menerima kado dariku. sebuah Al-Qur’an berserta tajwid didalamnya, dan buku Uje juga Novel Pesan Cinta dari Turki. Dia bilang, dia senang menerima kado dariku.

Semoga dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, begitupun juga aku.

Terpenting dari itu semua, aku ingin membuatnya tersenyum selalu. Dia cerita banyak tentang keluarganya.

Jaga selalu dia ya Robb.. sebaik-baiknya penjagaan adalah penjagaan dari Mu.

Semoga Engkau merahmati kami dan keluarga.

Salam,

10092014

Taat Pada Suami


Oleh: Mochammad Hisyam

Seorang lelaki datang menghampiri Rasulullah SAW. Sekonyong-konyong, Muadz, nama lelaki itu, menghampiri kaki Baginda Nabi Muhammad dan bersujud di hadapannya.

Maka, Rasulullah pun menegur Muadz. “Apa yang kau lakukan ini, wahai Muadz?” Dia lantas menjawab, “Aku mendatangi Syam, aku dapati mereka (penduduknya) sujud kepada uskup mereka. Maka aku berkeinginan dalam hatiku untuk melakukannya kepadamu, wahai Rasulullah.”

Rasulullah SAW pun melarang Muadz. “Jangan engkau lakukan hal itu karena sungguh andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabb-nya sampai ia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya meminta dirinya dalam keadaan ia berada di atas pelana (hewan tunggangan) maka ia tidak boleh menolaknya.”

Hadis yang diriwayatkan dari sahih Ibnu Majah dan sahih Ibnu Hibban dari Abdullah Ibnu Abi Auf RA tersebut menggambarkan betapa seorang istri harus taat kepada suami. Islam meninggikan kedudukan seorang suami sebagai imam sehingga istri harus patuh.

Ketaatan seorang istri kepada suami merupakan bagian penting yang harus diperhatikan oleh seorang istri. Ketaatan kepada suami menunujukkan kesalehan seorang istri. Hal ini dapat kita pahami dari firman Allah SWT yang termaktub dalam Alquran surah an-Nisa (4) ayat 34.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian, jika mereka menaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”

Ketika seorang istri taat dan patuh kepada suaminya, akan menjadi sebab bagi sang istri mendapatkan surga. Sebaliknya, pembangkangan seorang istri terhadap suaminya akan berakibat mendapatkan laknat Allah dan di akhirat masuk neraka.

Dalam saahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.”

Dalam hadis lain, “Jika seorang suami mengajak istrinya berhubungan dan istri menolak, lalu suami marah kepadanya sepanjang malam, para malaikat melaknat istri itu sampai pagi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, bisa dikatakan, bila surganya anak itu terletak pada telapak kaki (keridaan) ibu, surganya istri itu terletak pada telapak kaki (keridaan) suami. Dari Ummu Salamah ra. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridoa kepadanya niscaya ia akan masuk surga.”(HR Tirmidzi)

Untuk itu, seorang istri yang ingin dimasukkan ke surga, hendaknya ia selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mencari keridaan suami dengan cara taat dan patuh kepada suaminya. Ketaatan sepanjang suaminya itu tidak memerintahkan dan mengajak kepada kemaksiatan dan kemungkaran. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada khalik (Allah).” Wallahu’alam.


Sifat posesif adalah sifat umum yang seringkali ditemui pada setiap pasangan kekasih maupun suami istri.

Cara Mengurangi Sifat Posesif Pada Pacar

Posesif juga bisa diartikan cara yang ‘salah’ dari seorang kekasih dalam mengekspresikan perasaan cintanya.

Sifat ini bisa timbul akibat rasa cemburu yang berlebihan dan perasaan takut kehilangan pasangan sehingga kamu merasa ingin terus mengontrol pasanganmu.

Sifat posesif sebaiknya dihindari karena jika dibiarkan terus menerus maka pasangan akan merasa tak nyaman dan hubungan bisa kandas di tengah jalan.

Ada beberapa cara mudah yang bisa diterapkan agar sifat posesif yang berlebihan terhadap pacar bisa berkurang.

1. Kenali penyebab sifat posesif pada diri kamu

Sifat posesif bisa datang karena pernah merasa kecewa saat menjalin hubungan dengan orang lain di masa lalu. Mungkin kamu pernah dicampakkan atau dikhianati kekasih.

Jika ini adalah sumber penyebab sifat posesif kamu, sebaiknya kamu segera mengintropeksi diri dan berusaha melepaskan trauma yang ada pada dirimu itu.

2. Hargai diri sendiri

Cara menghargai diri sendiri yang paling tepat adalah melepaskan segala rasa takut dan tidak aman saat menjalin hubungan dengan pasangan yang sekarang.

Dengan menghargai diri sendiri maka kamu bisa lebih percaya diri di depan pasangan. Kepercayaan diri inilah yang mendorongmu lebih yakin bahwa kamu dicintai oleh pasanganmu.

3. Jangan terlalu bergantung pada pasangan

Cara menghilangkan sifat posesif

Orang yang posesif biasanya akan selalu bergantung pada pacar dan tidak bisa sedetikpun jauh dari pacar. Oleh karena itu, kamu perlu mencari waktu luang untuk diri kamu sendiri dan belajar untuk tidak bergantung pada pacar.

Misalnya saja kamu bisa menghabiskan waktu luang dengan teman-teman dan keluarga untuk bersenang-senang. Dengan cara ini maka kamu juga akan mendapat warna baru dalam kehidupanmu bersama pasangan.

4. Tetaplah berpikir positif

Salah satu kunci yang bisa membuat hubungan langgeng adalah kepercayaan dan pikiran positif. Hilangkan segala perasaan dan pikiran negatif terhadap pasangan agar kamu dan pasangan bisa lebih santai menjalani hubungan.

Itulah keempat kunci untuk mengurangi sifat posesif pada pacar. Ingatlah bahwa untuk menjadikan hubungan lebih matang dan langgeng, maka sifat posesif harus dihilangkan. (RN)


Pernahkah anda melihat film Indicent Proposal ? dimana Demi Moore dan suaminya bangkrut karena Judi. Dan akhirnya untuk menutupi hutangnya, Demi Moore diajak tidur semalam dengan bayaran US$1M. Disitu ada dilema, dia ingin membantu suaminya tapi disisi lain juga menyakiti hati suaminya.

Disini saya tidak akan membahas masalah tersebut, tapi di film itu ada kata2 yang saya ingat dan berkesan.
Jika kekasihmu ingin meninggalkanmu, lepaskanlah…Jika :
Ia kembali, Ia akan jadi milikmu selamanya….Jika
Ia tidak kembali, Ia memang bukan milikmu dari mula pertama.


Pelajaran Moral Pertama :
Kalo masih jadi kekasih, kalo pacar minta putus..putuskanlah karena suatu saat..justru kita yang diputus dan kurang siap menghadapinya.
————————————————————————————————————
5 tahun yang lalu, saya dengan teman saya berbincang masalah pacar teman saya, didinginnya malam musim semi di tepi Jalan Itaewon-Seoul hingga pukul satu malam.
Teman saya diputus pacarnya, dan sudah berkali2 putus, tapi temen saya berusahan untuk menyambung tali silaturahim lagi dengan pacarnya, tapi pacar tidak mau. Teman saya sangat menyesal, dan merasa bahwa pacarnya adalah wanita terbaik yang pernah ditemuinya. Dia yakin takkan menemukan yang sebaik mantannya itu.

Akhirnya saya bercerita tentang anak dan orang tuanya….. Jika anda punya anak, dan anak anda bermain pisau…maka anda berusaha keras melarang dan merebut pisau itu. Anak anda yang tidak tahu bahayanya, akan menangis sejadi-jadinya dan menganggap orangtuanya tidak sayang.
Padahal anda melakukannya justru karena anda sayang anak anda akan mengganti pisau dengan mainan lain yang lebih menarik.
Pun demikian jika anda memang ditakdirkan putus dengan kekasih anda. Anda harus yakin bahwa “anda akan dipilihkan oleh-Nya jodoh yang lebih pas dan baik untuk anda”.
Malam itu saya bertaruh padanya bahwa istrinya nanti akan lebih cantik, lebih baik hati dan lebih cocok dengannya. 3 tahun kemudian, ternyata omongan saya terbukti. teman saya menikahi wanita yang terbaik yang pernah menemuinya.

Pelajaran Moral Ke-2 :
Jika pacar minta putus dan sudah tidak dapat diusahakan berdamai, relakan itu sebagai takdir.
yakinlah bahwa Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih cocok untuk kita.
————————————————————————————————————
Saat putus cinta yang terakhir, saya vacuum hingga 4-tahun. Sampai temen baik saya (anggota forum ini) bersusah payah mencarikan jodoh. Pada saat itu mantan pacar saya menemukan cintanya. Dia bilang sangat beruntung mendapatkan calon suami yang sesuai kriterianya. Tidak lama kemudian saya pun mendapatkan jodoh. saya pun beruntung mendapatkan calon istri yang sesuai kriteria saya.
Akhirnya saya menikah dulu dan disusul olehnya. 2-tahun yang lalu kami tidak sengaja bertemu dipernikahan teman saya. kami bercerita kebahagian kami masing2, akhirnya kami sepakat, bahwa beruntung saya berpisah dengannya. demikian juga dia.

Pelajaran Moral Ke-3 :
– Dalam perpisahan cinta, tidak ada yang dirugikan (anda dan mantan anda akan mendapatkan keuntungan dari perpisahan itu).
————————————————————————————————————
saya punya sahabat wanita yang cantik dan tinggi semampai (sahabat dekat–karena saya tidak berani mencintainya karena hanya akan ditolaknya, dan menambah deretan sakit hati, mending jadi sahabat bisa melihat dan bertemu setiap saat…he..he..)
Suatu saat ada 3 orang lelaki yang sama2 mendekati, semua baik sifatnya, bagus fisiknya tapi berbeda bawaannya. Satu membawa mobil, satu motor dan satunya suka pinjem motor temennya (maklum jogja susah angkot, jadi tidak saya sebutkan satunya ngangkot).
Akhirnya sahabat wanita saya menerima cowok yang punya mobil. Saya pun bereaksi keras, dan langsung bilang ke-dia bahwa dia termasuk cewek matre.
Dia diem dan kalem saja, katanya,”masa depan harus dipikirkan, semua pilihan sama kenapa tidak pilih yang lebih kaya..?”.

Bulan berganti dan saya bersama dia di Graha Sabha Pramana (tempat anak teknik mengamati cewek cantik ekonomi, sastra dan Fisip). Tiada lama berselang, lewat dua cewek..yang satu cantik, putih, mancung, tinggi dan bohay. satunya hitam manis, agak kriting dan lainnya normal. Tanpa diduga, cewek matre sahabat saya bicara,”kalo cewek itu 2-2nya suka dan mencintaimu, sifatnya sama baiknya, kamu pilih mana..?”
Aku langsung jawab,”pilih yang putih mancung.”
Sahabat saya pun berkata,”Adalah wajar lelaki memilih cewek yang fisiknya bagus dan sexy, dan aku tidak mengatakan kamu penjahat kelamin”.
“tetapi cowok menyebut cewek matre jika ia memilih yang lebih kaya karena si-cewek berpikir untuk masa depannya”.

Pelajaran Moral Ke-4 :
– Wajar lelaki memilih cewek berdasarkan fisik pertama kali, dan hebatnya tidak dibilang penjahat kelamin.
– Wajar wanita memilih cowok yang lebih kaya untuk masa depannya, dan sialnya dianggep cewek matre.
———————————————————————————————————————-
saya pernah melakukan survey dengan temen saya..Pertanyaan ke-1 pada orang yang pacaran….Kenapa kamu memilih dia sebagai pacarmu..?
Jawabannya macem2 :
– Karena baik hati, sabar, cantik, sexy, nyambung diajak ngomong, dll (untuk cowok)
– Karena pinter, dewasa, berbadan atletis, bermasa depan cerah, kuliah di teknik, dll (untuk cewek).

Pertanyan ke-2 pada orang yang sudah menikah Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/istrimu..?
Jawabannya :
– Dia baik dan kita cocok (sebagian besar jawabannya seperti itu)

Pelajaran Moral Ke-5
– Saat anda bener2 mencintai pasanganmu, anda akan kehabisan akal untuk mengatakan alasan mengapa anda mencintainya.
(Jadi kalau anda masih bisa menyebutkan banyak alasan kenapa mencintai pasangan anda, b’rarti anda belum bener2 mencintainya, dan mungkin anda belum berjodoh dengannya)
———————————————————————————————————————-
pada saat kita diputus pasangan kita..dan pasangan kita sudah mendapatkan jodohnya, pada saat itu kita merasa merugi saat putus, dan pasangan kita sungguh beruntung.
Pengalaman saya : selama 4 tahun, saya berusaha mengasihani diri saya dan mengatakan bahwa saya benar dan pasangan saya salah. Saya pun membenci dirinya, tapi semakin dibenci semakin kita mengingatnya.
Oleh karena itu, biarkanlah berlalu, jangan pikirkan pasangan kita yg menyakiti hati kita, jangan mengasihani diri kita sendiri, masih banyak ikan di-laut. pasti kita dikasih jalan untuk menemukan pasangan kita yg baru

Pelajaran Moral Ke-6
– Semakin kita berusaha benci dan melupakan mantan pacar kita, semakin kita mengingatnya.
– Cara terbaik untuk mengobati sakit karena patah hati adalah mencintai pasangan anda sekarang dengan setulus hati

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.