Keutamaan Malam Lailatul Qadr


Hasil gambar untuk artikel lailatul qadar

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

Ayat 1-5: Keutamaan Lailatul Qadr di atas seluruh malam.

Terjemah Surat Al Qadar Ayat 1-5

  1. [1]Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[2].
  2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?[3]
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan[4].
  4. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya[5] untuk mengatur semua urusan[6].
  5. Sejahteralah (malam itu)[7] sampai terbit fajar[8].

Tafsir Alquran tentang terjemahan ayat diatas: 

[1] Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menerangkan keutamaan Al Qur’an dan ketinggian kedudukannya.

[2] Malam kemuliaan dikenal dengan malam Lailatul Qadr, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan dan kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran. Menurut Syaikh As Sa’diy, dinamakan Lailatul Qadr karena besarnya kedudukannya dan keutamaannya di sisi Allah, demikian pula karena pada malam itu ditentukan apa yang akan terjadi dalam setahun berupa ajal, rezeki dan ketentuan-ketentuan taqdir.

Ibnu Abbas berkata, “Allah menurunkan Al Qur’an secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian turun secara berangsur-angsur sesuai situasi dan kondisi selama 23 tahun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Malam tersebut adalah malam yang penuh berkah. Barang siapa yang melakukan qiyamullail pada malam itu karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
[3] Kalimat ini untuk membesarkan malam Lailatul Qadr.
[4] Yakni beramal saleh atau beribadah bertepatan dengan malam itu lebih baik baik daripada beribadah selama seribu bulan. Syaikh As Sa’diy berkata, “Hal ini termasuk hal yang mencengangkan hati dan akal, karena Allah Tabaaraka wa Ta’aala melimpahkan nikmat kepada umat yang lemah kekuatannya dengan malam yang beramal pada malam itu mengimbangi dan melebihi (beramal) selama seribu bulan; (seukuran) umur seseorang yang dipanjangkan umurnya selama 80 tahun lebih.”
[5] Ibnu Katsir berkata, “Banyak para malaikat yang turun pada malam ini karena banyak keberkahannya, dan para malaikat turun bersamaan turunnya berkah dan rahmat, sebagaimana mereka turun pula ketika Al Qur’an dibaca, (turun) mengelilingi majlis dzikr dan menaruh sayap-sayapnya kepada penuntut ilmu karena memuliakannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَابِعَةٌ أَوْ تَاسِعَةٌ وَ عِشْرِيْنَ إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى
“Malam Lailatul Qadr itu adalah malam ke 27 atau 29. Sesungguhnya para malaikat pada malam itu di bumi lebih banyak daripada banyaknya batu kerikil.” (HR. Ahmad dan Thayalisi. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5473).
[6] Qatadah berkata, “Pada malam itu ditentukan segala urusan dan ditentukan ajal dan rezeki, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” (Terj. Ad Dukhaan: 4)
[7] Sa’id bin Manshur berkata dari Mujahid tentang firman Allah, “Sejahteralah (malam itu),” ia berkata, “Yakni sejahtera, dimana setan tidak dapat berbuat buruk di dalamnya atau mengganggu.” Qatadah dan Ibnu Zaid berkata tentang firman Allah Ta’ala, “Sejahteralah (malam itu),” maksudnya malam itu baik seluruhnya tidak ada keburukan sampai terbit fajar.”
Tentang tanda malam Lailatul Qadr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ بَلْجَةٌ لاَ حَارَّةٌ وَ لاَ بَارِدَةٌ  (وَلاَسَحَابٌ فِيْهَا وَلاَمَطَرٌ وَلاَرِيْحٌ )  وَ لاَ يُرْمَى فِيْهَا بِنَجْمٍ وَ مِنْ عَلاَمَةِ يَوْمِهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لاَ شُعَاعَ لَهَا
“Malam Lailatul Qadr adalah malam yang terang, tidak panas dan tidak dingin (tidak ada gumpalan awan, hujan maupun angin), dan tidak dilepaskan bintang. Sedangkan di antara tanda pada siang harinya adalah terbitnya matahari tanpa ada syu’anya.” (HR. Thabrani dalam Al Kabir dari Watsilah, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5472, namun yang disebutkan dalam tanda kurung menurutnya adalah dha’if, lihat Dha’iful Jaami’ no. 4958) Syu’a, menurut Imam Nawawi artinya yang terlihat dari sinar matahari ketika baru muncul seperti gunung dan batang yang menghadap kepadamu ketika engkau melihatnya, yakni sinar matahari yang berserakan.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لاَ حَارَّة ٌوَلاَ بَارِدَةٌ وَتُصْبِحُ شَمْسُ صَبِيْحَتِهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاءُ
“(Malam Lailatul Qadr adalah) malam yang ringan, sedang, tidak panas dan tidak dingin, dimana matahari pada pagi harinya melemah kemerah-merahan.” (HR. Thayalisi dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 5475).
Ibnu Katsir berkata, “Dan tanda malam Lailatul qadr adalah bahwa malam tersebut bersih, terang, seakan-akan ada bulan yang bersinar, tenang, tidak dingin dan tidak panas, sedangkan (pada pagi hari) matahari terbit dalam keadaan sedang tanpa ada sinar yang berserakan seperti bulan pada malam purnama.”
Lailatul qadr tidak terjadi pada malam tertentu secara khusus dalam setiap tahunnya, namun berubah-rubah, mungkin pada tahun sekarang malam ke 27, pada tahun depan malam ke 29 dsb. Dan sangat diharapkan terjadi pada malam ke 27. Mungkin hikmah mengapa malam Lailatul qadr disembunyikan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala adalah agar diketahui siapa yang sungguh-sungguh beribadah dan siapa yang bermalas-malasan.
[8] Yakni awalnya dari tenggelam matahari dan akhirnya sampai terbit fajar.
Syaikh As Sa’diy berkata, “Telah mutawatir hadits-hadits tentang keutamaannya, dan bahwa hal itu terjadi pada bulan Ramadhan, yatu pada sepuluh terakhir daripadanya, khususnya pada malam-malam ganjilnya, dan hal itu berlaku pada setiap tahun sampai hari Kiamat. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf dan memperbanyak ibadah pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan karena mengharapkan Lailatul Qadr, wallahu a’lam.”
1. Keutamaan malam Lailatul Qadar
Allah berfirman: Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan, Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (Al Qadar : 1-5)
“Sesungguhnya Kami menurunkan pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Ad Dukhan : 3 – 6)
“Sesungguhnya telah Kami turunkan dia pada malam Kemuliaan.” (ayat 1). Artinya ialah bahwa Kami yaitu Allah telah menurunkan Al-Qur’an yang pertama kali kepada Nabi-Nya pada malam Kemuliaan. Lailatul-Qadr,  kita artikan malam kemuliaan. Dan boleh juga diartikan Lailatul Qadr adalah malam Penentuan, karena pada waktu itulah mulai ditentukan langkah yang akan ditempuh Rasul-Nya di dalam memberi petunjuk bagi umat manusia di muka bumi. Kedua arti ini boleh dipakai. Kalau dipakai arti Kemuliaan, maka mulai pada malam itulah Kemuliaan tertinggi dianugerahkan kepada Nabi SAW, karena itulah permulaan Malaikat Jibril menyatakan diri di hadapan beliau di dalam gua Hira’ sebagai yang telah kita tafsirkan pada Surat Al-‘Alaq.
Pada malam itu pulalah perikemanusiaan diberi Kemuliaan, dikeluarkan kegelapan, kepada nur, cahaya petunjuk Allah yang gilang-gemilang. Dan jika diartikan penentuan, berartilah di malam itu dimulai menentukan garis pemisah di antara kufur dengan iman, jahiliyah dengan Islam, syirik dengan tauhid, tidak berkacau-balau lagi. Dan dengan kedua kesimpulan ini sudahlah nampak bahwa malam itu adalah malam yang istimewa dari segala malam. Malam mulai terang-benderang wahyu datang ke dunia kembali setelah terputus beberapa masa dengan habisnya tugas Nabi yang terdahulu. Dan Nabi yang kemudian ini, Muhammad SAW adalah penutup dari segala Nabi dan segala Rasul (Khatimul Anbiya’ wal mursalin).
2. Kapan waktu turunnya malam Lailatul Qadar
 
Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169))
Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Lailatul Qadar kemungkinan akan “diwujudkan” oleh Allah pada malam ganjil, tetapi mengingat umat islam memulai awal puasa pada hari atau tanggal yang berbeda, maka umat islam yang menghendaki untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar dapat “mencarinya” setiap malam. Agar kita yang menghendaki “mendapatkan” Lailatul Qadar, maka berbuka puasalah “sekedarnya” saja agar badan tidak “menjadi berat” dan malas serta menjadi sebab ngantuk dan mudah tertidur, sehingga yang kita inginkan untuk mendapatkan Lailatul Qadar tidak membuahkan hasil.
3. Bagaimana mendapatkan malam Lailatul Qadar
 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari (4/217) dan Muslim (759))
Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa dia bertanya, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab”
“Ucapkanlah, Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.(Allahumma Innaka ‘Affuwun Tuhibul ‘Afwa Fa’fu anna)” (HR. Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850) dari ‘Aisyah, sanadnya shahih)
4. Tanda-tanda malam Lailatul Qadar
 
Dari ‘Ubai Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (Muslim (762))
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau bersabda:
“Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah.” (Muslim (1170 /Perkataan, syiqi jafnah, syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadhi ‘Iyadh berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”)
Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah- merahan.” (Thayalisi (394), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan)

Terjemahan lirik Kiss The Rain ini dalem banget (*´▽`*)


Haii.. ketemu lagi sama Tari.. semoga kalian sehat walafiat yaa..

Disini Tari ndak tau kenapa suka banget sama lirik lagu Kiss The Rain.. sama banget apa yang Tari rasain sekarang…mencintai dengan halal tapi takdir belum mengiyakan..

Berawal dari seorang followers yang posting video gitar akustiknya di Instagram… jujur keren sih pas denger pertama kali… ini lagu sih emang udah lama bangeettt.. awal denger jaman SMK apa kuliah semester awal gitu lewat radio…hehehe cuma teringat lagi pas denger dari postingan di Instagram..

Udeh langsung aje yeeeee…
Pasti kalian udah tau kan lagu “Kiss The Rain” yang dibawain sama Yiruma itu?? Lagu yang artinya mencium hujan itu terkenal banget tauu, sekarang mari kita lihat langsung ke liriknya sama terjemahannya cekidot

Hasil gambar untuk kiss the rain

KISS THE RAIN (●^o^●)

VERSE 1
I often close my eyes
And I can see you smile
You reach out for my hand
And I’m woken from my dream
Although your heart is mine
It’s hollow inside
I never had your love
And I never will

CHORUS
And every night
I lie awake
Thinking maybe you love me
Like I’ve always loved you
But how can you love me
Like I loved you when
You can’t even look me straight in my eyes

VERSE 2
I’ve never felt this way
To be so in love
To have someone there
Yet feel so alone
Aren’t you supposed to be
The one to wipe my tears
The on to say that you would never leave

VERSE 3
The waters calm and still
My reflection is there
I see you holding me
But then you disappear
All that is left of you
Is a memory
On that only, exists in my dreams

BACK TO CHORUS

VERSE 4
I don’t know what hurts you
But I can feel it too
And it just hurts so much
To know that I can’t do a thing
And deep down in my heart
Somehow I just know
That no matter what
I’ll always love you

BACK TO VERSE 1

So why am I still here in the rain

Hasil gambar untuk kiss the rain

TERJEMAHAN

VERSE 1
Aku sering menutup mataku
Dan aku dapat melihat senyumanmu
Kamu mengulurkan tanganmu
Dan aku terbangun dari mimpiku
Meskipun hatimu adalah milikku
Ini kosong didalam
Aku tidak pernah mempunyai cintamu
Dan aku tidak akan pernah

CHORUS
Dan setiap malam
Aku berbaring tak bisa tidur
Berikir mungkin kau mencintaiku
Seperti aku selalu mencintaimu
Tetapi bagaimana kamu dapat mencintaiku
Seperti aku mencintaimu ketika
Kamu tidak dapat melihat lurus ke mataku

VERSE 2
Aku tidak pernah merasakan seperti ini
Menjadi sangat jatuh cinta
Untuk memiliki seseorang yang ada disana
Namun merasa sangat kesepian
Bukankah kau seharusnya
Yang satu untuk mengusap air mataku
Ini dengan mengatakan bahwa tidak akan pernah meninggalkanmu

VERSE 3
Air yang tenang dan tetap
Bayanganku ada disana
Aku melihat kamu memegangku
Tetapi kemudian kamu menghilang
Semua yang tertinggal darimu
Adalah sebuah kenangan
Tentang itu saja, yang ada dalam mimpiku

CHORUS

VERSE 4
Aku tidak tahu apa yang menyakitimu
Tetapi aku dapat merasakan itu juga
Dan itu juga sangat menyakitkan
Untuk mengetahui bahwa aku tidak dapt berbuat apa-apa
Dan jauh dalam hatiku
Bagaimanapun aku hanya tau
Bahwa tidak peduli apapun
Aku akan selalu mencintaimu

VERSE 1

Jadi mengapa aku masih ada disini di dalam hujan

Sumber lirik :http://sangcacing.blogspot.com/2014/05/yiruma-kiss-rain.html

https://nanaliana03.wordpress.com/2014/12/16/terjemahan-lirik-kiss-the-rain-ini-dalem-banget-%EF%BC%88%E2%96%BD%EF%BD%80%EF%BC%89-2/

Nah itu dia liriknyaaa
Gimana terjemahannya?
Dalem banget ya (;_;)

Mungkin itu menceritakan seorang yang mencintai seseorang, tapi hubungannya sudah berantakan, atau bisa dibilang sudah putus ._. trus itu dia hanya bisa mengingat kenangan dia yang dulu. Sekarang dia mungkin hanya bisa membayangkan orang yang ia cintai dalam bayangannya, karena ia uda gak tau cara balikin hubungannyanya gimana. Mungkin ia merasa tidak ada yang bisa menggantikan orang yang dia cintai. Dan bagaimanapun itu, walaupun dia uda gak memiliki hubungan, dia akan selalu setia untuk mencintai orang spesialnya ituu (ToT)….

Sedih yaaa T,T

Gitu deh kira kira maknanya manurutku, kalo misalnya salah ya maap ._. aku hanya bisa menarik makna sebisaku, tapi menurutku makna yang aku buat udah bagus kok segek doang. Tapi coba aja ya kalian dengerin lagu itu sambil menghayatinya, pasti dalem banget, tapi ya sudahlah, kita akhiri perjumpaan kita kali ini, semoga bermanfaat ya, makaasiii banyakkk uda mau bacaa ( ・ω・) Maaf kalo masih ada kesalahan kata yaa ( ^^)

Segores Catatan Hati yang Bersyukur


malam

Assalamu’alaikum warohmatullah…

 

Dear pembaca Blog setia yang dirahmati Allah SWT…semoga keberkahan dan keselamatan menyertai kita semua.. aamiin ya mujib

Diketik dikala usai mengerjakan ibadah sholat isya di bulan Ramadhan malam ke – 16, disaat orang lain menghidupkan malam-malam ba’da isya.  Disini dalam keadaan Piket Ramadhan yang kebetulan malam ini jatah saya berjaga, di lantai 11 dibilangan Selatan Jakarta, di suatu gedung yang dengan bangga saya menyebutkan Maha Suci Allah atas segala penciptaan Nya dimuka bumi ini. Yapps.. Menara 165 yang sangat saya kagumi keindahan disetiap ornamen dan penghuninya. Menara yang bersimbolkan lafadz Allah… Allahu akbar atas segala arsitektur yang disajikan disini. 1 yang berarti Ahad, yaitu Allah SWT.. 6 yang berarti jumlah rukun iman, dan 5 yang berarti jumlah rukun islam… subhanallah ya.. begitu cantik dari segala keindahan disini. Terutama penghuni-penghuni disini yang sangaat cenderung berhati yang berlomba-lomba dalam ibadah untuk akhirat.

Saya amat beruntung karena Allah SWT tidak meloloskan saya di ujian Tahap Test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). entah kenapa hati sudah rindu akan ketenangan lahir bathin. rindu akan kebersamaan para mujahidah yang insya Allah fii sabilillah..

Flashback, jika dibandingkan kantor lama yang sangat kental dengan ilmu perbankan, membuat saya seperti mayat hidup yang tak mengenal akhirat. Ditambah ujian yang Allah SWT beri dan tunjukkan pada saya bahwa rezeki yang saya jalani selama ini adalah sangat amat salah. Terlalu banyak unsur ribawi yang saya jalani selama ini. Allah SWT sangat sayang pada saya, karena lewat ujian yang dahsyat, telah terjadi hikmah yang Amat luar biasa dahsyat pula.

Pil pahit itu akan selalu ada mewarnai hari-hari saya, karena riba..hancurlah hidup dan masa depan yang saya bangun dengan masih seumur jagung. Riba menyadarkan saya akan obsesi yang membuat perbedaan jurang yang tak bisa ditolerir dengan berlandaskan harta, kedudukan, jabatan, semua itu kamuflase mainan dunia terhadap manusia. Riba membawa saya ke pusaran kesedihan dan kekalutan yang amat luar biasa dahsyat. Untuk apa memiliki rumah di dunia yang besar tapi di kahirat masuk neraka, apa yang akan saya jawab di akhirat jika saya mengiyakan hal tsb.  Gunjingan demi gunjingan masyarakat di sekitaran rumah, dan juga kepercayaan diri yang terasa sudah pupus, ketika status menjadi aib yang luar biasa mampu menitik air mata kan tanpa bisa diri ini tersenyum sesaat. Mengenal agama Mu lebih, lebih membuatku takut dengan azab yang akan terjadi di akhirat.  Biarlah diri ini menanggalkan dunia, asal diri ini tidak ditanggalkan di neraka hawiyah Mu. Selamat dari api neraka Mu.

Saya bersyukur, kekalutan itu tidak berangsur lama. Obat hati menjadikan diri berkumpul bersama-sama akwat shoolihat menjadi semangat dan beri ketegaran yang luar biasa dahsyatnya. Ibadah duduk di majelis menimba ilmu amat membuat saya melupakan kesedihan dan kekalutan tsb.

Ya Allah Robbul izzati.. dekap hamba bersama maghfiroh Mu. Tuntun hamba menjadi pribadi yang lebih baik disetiap detiknya. Hamba sangat merindukan penerimaan Taubat Mu.

Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah.. pertemukan hamba dengan sebaik-baiknya Imam yang gemar beribadah pada Mu.. Pertemukan hamba dengan sebaik-baiknya laki-laki yang tangguh dan bertanggung jawab dalam mengembah amanah terbesar dari Mu dalam ikatan Mitsaqon Ghalizan Mu.

Ya Allah yang Maha Pemberi Rizki nan berkah… sanggupkan hamba tuk tetap istiqomah menjemput rizki yang halal dan berkah juga jauh dari kata riba..

Riba..Riba.. Riba, Entah kenapa hati ini terasa sakit jika mendengar kata itu.

Ya Allah Yang Maha Bijaksana nan Maha Pelindung.. jauhkan hamba dari orang-orang yang berniat buruk pada hamba..sanggupkan hamba tuk menerima segala kekurangan orang-orang terdekat hamba.

Ya Allah Yang Maha Pemberi Kesabaran.. sanggupkan hamba dalam setiap Qodarullah Mu yang sewaktu-waktu hadir dihadapan hamba. Sanggupkan hamba melewati dengan terbaik atas tiap ujian dari Mu . Hamba yakin hamba bisa melewati ini semua dengan maksimal mengharap ridho dan ampunan Mu. Jika memang menjadi jalan penebus kesalahan-kesalahan hamba di masa lalu.. hamba akan berikhtiar tuk mengganti dengan ikhtiar dan pengharapan terbaik pada Mu. Semoga hamba bisa menjadi termasuk golongan orang-orang yang berada dalam lingungan ketaqwaan mengharap maghfiroh Mu..

 

Ya Robb.. ijinkan hamba meraih jutaan pahala yang sangat hamba rindukan.. pertemukan hamba dengan Malam Lailatul Qodar Mu… semoga hamba diijinkan abah untuk bisa bertamu di Rumah Mu nanti untuk menghabiskan malam dalam mendekatkan diri yang hina ini dalam malam-malam Lailatul Qodar Mu ditahun ini di Al-Azhar bersama mbak Dwi.. Aamiin Ya Robbal aalamiin…

 

I love You, Allah SWT..

Assyhadu alla ilaaha illallaah… wa asshyadu anna muhammadarrosulullah…

 

Medio sapa Pertengahan Juni 2016,

 

Tutik Lestari

@Menara 165, Jakarta Selatan