Terjemahan lirik Kiss The Rain ini dalem banget (*´▽`*)


Haii.. ketemu lagi sama Tari.. semoga kalian sehat walafiat yaa..

Disini Tari ndak tau kenapa suka banget sama lirik lagu Kiss The Rain.. sama banget apa yang Tari rasain sekarang…mencintai dengan halal tapi takdir belum mengiyakan..

Berawal dari seorang followers yang posting video gitar akustiknya di Instagram… jujur keren sih pas denger pertama kali… ini lagu sih emang udah lama bangeettt.. awal denger jaman SMK apa kuliah semester awal gitu lewat radio…hehehe cuma teringat lagi pas denger dari postingan di Instagram..

Udeh langsung aje yeeeee…
Pasti kalian udah tau kan lagu “Kiss The Rain” yang dibawain sama Yiruma itu?? Lagu yang artinya mencium hujan itu terkenal banget tauu, sekarang mari kita lihat langsung ke liriknya sama terjemahannya cekidot

Hasil gambar untuk kiss the rain

KISS THE RAIN (●^o^●)

VERSE 1
I often close my eyes
And I can see you smile
You reach out for my hand
And I’m woken from my dream
Although your heart is mine
It’s hollow inside
I never had your love
And I never will

CHORUS
And every night
I lie awake
Thinking maybe you love me
Like I’ve always loved you
But how can you love me
Like I loved you when
You can’t even look me straight in my eyes

VERSE 2
I’ve never felt this way
To be so in love
To have someone there
Yet feel so alone
Aren’t you supposed to be
The one to wipe my tears
The on to say that you would never leave

VERSE 3
The waters calm and still
My reflection is there
I see you holding me
But then you disappear
All that is left of you
Is a memory
On that only, exists in my dreams

BACK TO CHORUS

VERSE 4
I don’t know what hurts you
But I can feel it too
And it just hurts so much
To know that I can’t do a thing
And deep down in my heart
Somehow I just know
That no matter what
I’ll always love you

BACK TO VERSE 1

So why am I still here in the rain

Hasil gambar untuk kiss the rain

TERJEMAHAN

VERSE 1
Aku sering menutup mataku
Dan aku dapat melihat senyumanmu
Kamu mengulurkan tanganmu
Dan aku terbangun dari mimpiku
Meskipun hatimu adalah milikku
Ini kosong didalam
Aku tidak pernah mempunyai cintamu
Dan aku tidak akan pernah

CHORUS
Dan setiap malam
Aku berbaring tak bisa tidur
Berikir mungkin kau mencintaiku
Seperti aku selalu mencintaimu
Tetapi bagaimana kamu dapat mencintaiku
Seperti aku mencintaimu ketika
Kamu tidak dapat melihat lurus ke mataku

VERSE 2
Aku tidak pernah merasakan seperti ini
Menjadi sangat jatuh cinta
Untuk memiliki seseorang yang ada disana
Namun merasa sangat kesepian
Bukankah kau seharusnya
Yang satu untuk mengusap air mataku
Ini dengan mengatakan bahwa tidak akan pernah meninggalkanmu

VERSE 3
Air yang tenang dan tetap
Bayanganku ada disana
Aku melihat kamu memegangku
Tetapi kemudian kamu menghilang
Semua yang tertinggal darimu
Adalah sebuah kenangan
Tentang itu saja, yang ada dalam mimpiku

CHORUS

VERSE 4
Aku tidak tahu apa yang menyakitimu
Tetapi aku dapat merasakan itu juga
Dan itu juga sangat menyakitkan
Untuk mengetahui bahwa aku tidak dapt berbuat apa-apa
Dan jauh dalam hatiku
Bagaimanapun aku hanya tau
Bahwa tidak peduli apapun
Aku akan selalu mencintaimu

VERSE 1

Jadi mengapa aku masih ada disini di dalam hujan

Sumber lirik :http://sangcacing.blogspot.com/2014/05/yiruma-kiss-rain.html

https://nanaliana03.wordpress.com/2014/12/16/terjemahan-lirik-kiss-the-rain-ini-dalem-banget-%EF%BC%88%E2%96%BD%EF%BD%80%EF%BC%89-2/

Nah itu dia liriknyaaa
Gimana terjemahannya?
Dalem banget ya (;_;)

Mungkin itu menceritakan seorang yang mencintai seseorang, tapi hubungannya sudah berantakan, atau bisa dibilang sudah putus ._. trus itu dia hanya bisa mengingat kenangan dia yang dulu. Sekarang dia mungkin hanya bisa membayangkan orang yang ia cintai dalam bayangannya, karena ia uda gak tau cara balikin hubungannyanya gimana. Mungkin ia merasa tidak ada yang bisa menggantikan orang yang dia cintai. Dan bagaimanapun itu, walaupun dia uda gak memiliki hubungan, dia akan selalu setia untuk mencintai orang spesialnya ituu (ToT)….

Sedih yaaa T,T

Gitu deh kira kira maknanya manurutku, kalo misalnya salah ya maap ._. aku hanya bisa menarik makna sebisaku, tapi menurutku makna yang aku buat udah bagus kok segek doang. Tapi coba aja ya kalian dengerin lagu itu sambil menghayatinya, pasti dalem banget, tapi ya sudahlah, kita akhiri perjumpaan kita kali ini, semoga bermanfaat ya, makaasiii banyakkk uda mau bacaa ( ・ω・) Maaf kalo masih ada kesalahan kata yaa ( ^^)

Segores Catatan Hati yang Bersyukur


malam

Assalamu’alaikum warohmatullah…

 

Dear pembaca Blog setia yang dirahmati Allah SWT…semoga keberkahan dan keselamatan menyertai kita semua.. aamiin ya mujib

Diketik dikala usai mengerjakan ibadah sholat isya di bulan Ramadhan malam ke – 16, disaat orang lain menghidupkan malam-malam ba’da isya.  Disini dalam keadaan Piket Ramadhan yang kebetulan malam ini jatah saya berjaga, di lantai 11 dibilangan Selatan Jakarta, di suatu gedung yang dengan bangga saya menyebutkan Maha Suci Allah atas segala penciptaan Nya dimuka bumi ini. Yapps.. Menara 165 yang sangat saya kagumi keindahan disetiap ornamen dan penghuninya. Menara yang bersimbolkan lafadz Allah… Allahu akbar atas segala arsitektur yang disajikan disini. 1 yang berarti Ahad, yaitu Allah SWT.. 6 yang berarti jumlah rukun iman, dan 5 yang berarti jumlah rukun islam… subhanallah ya.. begitu cantik dari segala keindahan disini. Terutama penghuni-penghuni disini yang sangaat cenderung berhati yang berlomba-lomba dalam ibadah untuk akhirat.

Saya amat beruntung karena Allah SWT tidak meloloskan saya di ujian Tahap Test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). entah kenapa hati sudah rindu akan ketenangan lahir bathin. rindu akan kebersamaan para mujahidah yang insya Allah fii sabilillah..

Flashback, jika dibandingkan kantor lama yang sangat kental dengan ilmu perbankan, membuat saya seperti mayat hidup yang tak mengenal akhirat. Ditambah ujian yang Allah SWT beri dan tunjukkan pada saya bahwa rezeki yang saya jalani selama ini adalah sangat amat salah. Terlalu banyak unsur ribawi yang saya jalani selama ini. Allah SWT sangat sayang pada saya, karena lewat ujian yang dahsyat, telah terjadi hikmah yang Amat luar biasa dahsyat pula.

Pil pahit itu akan selalu ada mewarnai hari-hari saya, karena riba..hancurlah hidup dan masa depan yang saya bangun dengan masih seumur jagung. Riba menyadarkan saya akan obsesi yang membuat perbedaan jurang yang tak bisa ditolerir dengan berlandaskan harta, kedudukan, jabatan, semua itu kamuflase mainan dunia terhadap manusia. Riba membawa saya ke pusaran kesedihan dan kekalutan yang amat luar biasa dahsyat. Untuk apa memiliki rumah di dunia yang besar tapi di kahirat masuk neraka, apa yang akan saya jawab di akhirat jika saya mengiyakan hal tsb.  Gunjingan demi gunjingan masyarakat di sekitaran rumah, dan juga kepercayaan diri yang terasa sudah pupus, ketika status menjadi aib yang luar biasa mampu menitik air mata kan tanpa bisa diri ini tersenyum sesaat. Mengenal agama Mu lebih, lebih membuatku takut dengan azab yang akan terjadi di akhirat.  Biarlah diri ini menanggalkan dunia, asal diri ini tidak ditanggalkan di neraka hawiyah Mu. Selamat dari api neraka Mu.

Saya bersyukur, kekalutan itu tidak berangsur lama. Obat hati menjadikan diri berkumpul bersama-sama akwat shoolihat menjadi semangat dan beri ketegaran yang luar biasa dahsyatnya. Ibadah duduk di majelis menimba ilmu amat membuat saya melupakan kesedihan dan kekalutan tsb.

Ya Allah Robbul izzati.. dekap hamba bersama maghfiroh Mu. Tuntun hamba menjadi pribadi yang lebih baik disetiap detiknya. Hamba sangat merindukan penerimaan Taubat Mu.

Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah.. pertemukan hamba dengan sebaik-baiknya Imam yang gemar beribadah pada Mu.. Pertemukan hamba dengan sebaik-baiknya laki-laki yang tangguh dan bertanggung jawab dalam mengembah amanah terbesar dari Mu dalam ikatan Mitsaqon Ghalizan Mu.

Ya Allah yang Maha Pemberi Rizki nan berkah… sanggupkan hamba tuk tetap istiqomah menjemput rizki yang halal dan berkah juga jauh dari kata riba..

Riba..Riba.. Riba, Entah kenapa hati ini terasa sakit jika mendengar kata itu.

Ya Allah Yang Maha Bijaksana nan Maha Pelindung.. jauhkan hamba dari orang-orang yang berniat buruk pada hamba..sanggupkan hamba tuk menerima segala kekurangan orang-orang terdekat hamba.

Ya Allah Yang Maha Pemberi Kesabaran.. sanggupkan hamba dalam setiap Qodarullah Mu yang sewaktu-waktu hadir dihadapan hamba. Sanggupkan hamba melewati dengan terbaik atas tiap ujian dari Mu . Hamba yakin hamba bisa melewati ini semua dengan maksimal mengharap ridho dan ampunan Mu. Jika memang menjadi jalan penebus kesalahan-kesalahan hamba di masa lalu.. hamba akan berikhtiar tuk mengganti dengan ikhtiar dan pengharapan terbaik pada Mu. Semoga hamba bisa menjadi termasuk golongan orang-orang yang berada dalam lingungan ketaqwaan mengharap maghfiroh Mu..

 

Ya Robb.. ijinkan hamba meraih jutaan pahala yang sangat hamba rindukan.. pertemukan hamba dengan Malam Lailatul Qodar Mu… semoga hamba diijinkan abah untuk bisa bertamu di Rumah Mu nanti untuk menghabiskan malam dalam mendekatkan diri yang hina ini dalam malam-malam Lailatul Qodar Mu ditahun ini di Al-Azhar bersama mbak Dwi.. Aamiin Ya Robbal aalamiin…

 

I love You, Allah SWT..

Assyhadu alla ilaaha illallaah… wa asshyadu anna muhammadarrosulullah…

 

Medio sapa Pertengahan Juni 2016,

 

Tutik Lestari

@Menara 165, Jakarta Selatan

 

 

 

Nuzulul Quran, Malam 17 Ramadhan atau Malam Lailatul Qadar?


Seorang sahabat bertanya, “Sebenarnya, Al-Quran itu turun malem lailatul qodar apa tanggal 17 Ramadhan sih? Kan di surat al-qodar, Al-Qur’an turun malem lailatul qodar. Terus kata Nabi SAW kan lailatul qodar tuh ada di sepuluh akhir bulan Ramadhan. Kok orang-orang pada ngadain nuzulul Quran tanggal 17 Ramadhan?.”

Mungkin soal ini juga yang ada di benak para pembaca sekalian. Berikut ini sedikit penjelasan tentang “nuzulul Quran” yang diambil dari beberapa kitab yang menerangkan tentang masalah ini.

Metode Diturunkannya Al-Qur’an (Kaifiyah Inzal)

Pertama: Al-Qur’an Diturunkan Secara Sekaligus

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (Al-Qodr 1)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.” (Ad-dukhon 3)

Dalam 3 ayat di atas, semua menjelaskan tentang turunnya Al-Quran pertama kali, yaitu pada bulan Ramadhan tepatnya malam lailatul qadar; malam kemuliaan. Dan pada surat Ad-Dukhon yang dimaksud malam mubarok ialah malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan sebagaimana yang dikatakan oleh kebanyakan ulama tafsir. (lihat tafsir Al-Alusi)

Dalam kitab Al-Burhan Fi ‘Ulumil-Qur’an karangan Syeikh Badruddin Az-Zarkasyi (W. 794 H), beliau mengatakan bahwa dalam hal ini para Ulama berbeda pendapat ke dalam 3 pendapat yang masyhur.

Dan dari tiga pendapat tersebut, yang paling mendekati kepada pendapat yang kuat dan benar ialah pendapat yang banyak dipegang oleh Jumhur Ulama, yaitu:

Bahwa Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia (daarul Izzah) pada malam Lailatul Qodr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diangkat menjadi Nabi di Mekah dan Madinah sampai wafat beliau.

Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling mendekati kebenaran, berdasarkan suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam mustadroknya dengan sanad yang shahih, dari Ibnu Abbas radhiyallhu ‘anhuma, beliau mengatakan bahwasanya Al-Quran itu turun sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qadr. Kemudian diturunkan berangsur-angsur selama 20 tahun, kemudian ia mambaca ayat,

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا

Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik.” (QS. Al Furqan: 33)

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً

“Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra: 106)

Imam An-Nasa’i juga meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “……dan Al-Qur’an diletakkan di baitil izzah dari langit dunia kemudian Jibril turun dengan membawanya kepada Muhammad SAW.”

Kedua: Al-Qur’an Diturunkan Secara Berangsuran

Setelah diturunkan secara lengkap (keseluruhan) dari Lauh Mahfudz ke langit Dunia (Baitul-Izzah), Al-Qur’an turun secara berangsuran selama 23 tahun (ini menurut pendapat yang kuat); 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Dan turunnya Al-Qur’an secara berangsuran telah dijelaskan dalam firman Allah SWT,

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً

“Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra: 106)

Dan inilah salah satu keistimewaan Al-Qur’an, bahwa kitab suci umat Nabi Muhammad ini turun secara berangsuran setelah sebelumnya diturunkan secara lengkap/sekaligus.

Ini berbeda dengan kitab-kitab samawi lainnya yang diturunkan secara sekaligus, yaitu Injil, Taurat dan Zabur, tanpa ada angsurannya. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيل وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (QS. Al-Furqan: 32-33)

Dan ayat pertama yang turun menurut kebanyakan ulama ialah surat Al-Alaq (dan ini adalah pendapat yang kuat), atau biasa kita sebut dengan surat Iqra’ ayat 1-5. Ini berdasarkan riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih keduanya dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha Istri Rasul SAW.

Kapan Ayat Pertama Turun?

Adapun “kapan” surat Iqra’ itu diturunkan, ulama dan ahli sejarah berbeda pendapat tentang ini. Ada yang mengatakan bulan Rabiul Awwal, ada juga yang mengatakan bulan Ramadhan, dan ada juga yang mengatakan bulan Rajab.

Namun pendapat yang kuat ialah bulan Ramadhan sesuai firman Allah SWT: “bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185).

Dan kebanyakan ulama juga sepakat bahwa surat Iqra’ adalah wahyu yang pertama turun, juga sebagai pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi. Dan ini terjadi pada hari senin, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW pernah ditanya tentang puasa hari senin, kemudian beliau menjawab: “itu adalah hari di mana aku dilahirkan dan diturunkan kepadaku wahyu.”

Kemudian Ulama kembali berbeda pendapat tentang tanggal turunnya pada bulan Ramadhan. Ada yang mengatakan malam 7 Ramadhan, ada juga yang mengatakan malam 17 Ramadhan, ada juga yang mengatakan malam 24, juga ada yang mengatakan tanggal 21 Ramadhan.

Sheikh Shofiyur-Rohman Al-Mubarokfuri mengatakan dalam kitab Sirah Nabawi karangannya Rahiqul-Makhtum: “setelah melakukan penelitian yang cukup dalam, mungkin dapat disimpulkan bahwa hari itu ialah hari senin tanggal 21 bulan Ramadhan malam. Yang bertepatan tanggal 10 Agustus 660 M, dan ketika itu umur Rasul SAW tepat 40 Tahun 6 bulan 12 hari hitungan bulan, tepat 39 tahun 3 bulan 12 hari hitungan matahari. Hari senin pada bulan Ramadhan tahun itu ialah antar 7, 14, 21, 24, 28, dan dari beberapa riwayat yang shahih bahwa malam lailatul qadar itu tidak terjadi kecuali di malam-malam ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadhan. Jika kita bandingkan firman Allah surat Al-Qodr ayat pertama dengan hadits Abu Qotadah yang menjelaskan bahwa wahyu diturunkan hari senin di atas, dan dengan hitungan tanggalan ilmiyah tentang hari senin pada bulan Ramadhan tahun tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa wahyu pertama turun kepada Rasul SAW itu tanggal 21 Ramadhan malam”.

Kenapa Malam 17 Ramadhan?

Dan yang menjadi dasar kebanyakan kaum muslim dalam memperingati nuzulul Qur’an pada malam tanggal 17 Ramadhan, mungkin apa yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir (W. 774 H) dalam kitabnya Al-Bidayah wan-Nihayah, Al-Waqidi meriwayatkan dari Abu Ja’far Al-Baqir yang mengatakan bahwa “wahyu pertama kali turun pada Rasul SAW pada hari senin 17 Ramadhan dan dikatakan juga 24 Ramadhan.”

Kesimpulan

Kesimpulannya bahwa malam lailatul-Qodr yang disebut sebagai malam turunnya Al-Qur’an ialah benar, karena itu ialah malam yang al-Qur’an turun secara lengkap sekaligus dari Lauh-Mahfuzd ke langit dunia (baitul-Izzah).

Dan Al-Qur’an turun secara berangsuran yang didahului dengan surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang juga momentum pengangkatan Muhammad SAW menjadi Rasul ialah malam 17 Ramadhan yang sering dirayakan oleh kebanyakan umat Islam, baik di Indonesia ataupun di negeri lain.

Walaupun penetapan malam 17 Ramadhan sebagai waktu awalnya turun Al-Qur’an itu juga masih diperselisihkan oleh kebanyakan Ulama, sebagaimana dijelaskan di atas.

Wallahu A’lam.

Sumber:

Al-Burhan Fi Ulumil-Qur’an, Badruddin Az-Zarkasyi (W. 794 H)

Mabahits Fi Ulumil-Qur’an,  Sheikh Manna’ Al-Qaththan

Rahiqul-makhtum, Sheikh Shofiyur-Rohman Al-Mubarokfuri 

Al-Bidayah Wan-Nihayah, Abul-Fida’ Ismail bin Muhammad bin Katsir Al-Qurosyi (W. 774 H)

Sumber Artikel :

http://www.dakwatuna.com/2012/08/07/22276/nuzulul-quran-malam-17-ramadhan-atau-malam-lailatul-qadar/#axzz4CJNcjVc5